PRUSDA PASER USULKAN PEMBANGUNAN PABRIK MIGOR

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

PRUSDA PASER USULKAN PEMBANGUNAN PABRIK MIGOR

Post  Admin on Sun Jan 30, 2011 10:27 pm

Pabrik biodiesel di Kilometer 6 Jalan Kusuma Bangsa Tanah Grogot baru dioperasikan apabila terjadi gejolak Bahan Bakar Minyak (BBM) solar di masyarakat. Gejolak itu bisa mengakibatkan solar sulit didapatkan masyarakat, sehingga harga jual solar akan lebih mahal dari harga jual biodiesel.

Menurut Direktur Utama (Dirut) Perusda Daya Prima Paser Kadir Thanan SE, iika itu adalah sebuah harapan agar pabrik biodiesel bisa beroperasi, maka sama artinya mendoakan masyarakat mendapat kesulitan, karena kenaikan BBM akan memicu harga semua kebutuhan barang dan jasa.

"Logikanya seperti itu, kita sebagai pengelola pabrik biodiesel tidak mengharapkannya sama sekali, apalagi karena cuma menginginkan salah satu unit usaha yang dipercayakan kepada kita bisa jalan. Pabrik itukan proyek dari pemerintah pusat, Kementerian Perindustrian (Kemenperin), dan Pemkab mempercayakan pengelolaannya kepada kita," kata Kadir, Minggu (30/1/2011).

Saat Kemenperin bekerjasama dengan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop&UKM) Kabupaten Paser, lanjut Kadir, harga Crude Plam Oil (CPO) sebagai bahan baku biodiesel memang masih murah, tapi ketika pabrik siap dioperasikan harga CPO atau minyak sawit naik melebihi harga solar.

"Bahan bakunya saja sudah mahal, apalagi kalau sudah jadi biodiesel, lebih mahal lagi, bahkan dibandingkan dengan solar bersubsidi sekali pun. Nah, kemarin katanya pabrik biodiesel akan ditambah pabrik minyak goreng (migor), memang itu solusinya agar pabrik biodiesel tidak nganggur seperti sekarang, cuma kenapa tidak ada lagi kabarnya," ungkapnya.

Sebaliknya, jika perusda disarankan untuk membangun sendiri pabrik migor, maka perusda harus mengandalkan APBD Paser, yakni penyertaan modal Pemkab Paser ke perusda terkait dengan pembangunan pabrik migor. Sementara perusda sendiri bisa memahami masih banyak kebutuhan pembangunan yang dibiayai APBD.

"Kalau memang begitu sarannya, baik lah nanti akan kita coba usulkan ke Pemkab dan DPRD. Tapi saya tidak terlalu berharap banyak, sebab kita bisa memahami banyak kebutuhan pembangunan yang perlu dibiayai APBD," ucapnya.

Meski demikian, tambah Kadir, ia perlu menyampaikan hasil kunjungannya ke Pusat Pembibitan Kelapa Sawit (PPKS) di Medan, salah satu informasi yang didapatkan adalah pabrik migor berkapasitas kecil yang dioperasikan di PPKS.

"Kunjungan ke PPKS itu sudah lama sekali, sebelum pabrik biodiesel itu ada, sehingga saat itu saya kurang antusias menggali informasi terkait pabrik migor. Ini saya sampaikan sebagai gambaran bahwa sudah ada daerah lain yang punya pabrik migor," pungkasnya.

Seperti diberitakan, sejak diresmikan pembangunannya pada tahun 2008, pabrik biodiesel di Kilometer 6 sampai sekarang tidak dioperasikan. Meski peralatan dan perlengkapan pabrik dibiayai oleh pusat, tetapi tidak sedikit pula dana APBD Paser yang tersedot untuk pengadaan lahan dan bangunannya.


SUMBER : TRIBUN KALTIM

Admin
Admin

Jumlah posting : 293
Registration date : 21.10.07

Lihat profil user http://brtv.forumotion.com

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik