SIDAK PUSKESMAS, KOMISI III KECEWA

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

SIDAK PUSKESMAS, KOMISI III KECEWA

Post  Admin on Wed Jan 26, 2011 10:55 pm

Komisi III DPRD Paser tak bisa menyembunyikan kekecewaannya saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di wilayah Kecamatan Pasir Belengkong, Paser.

Dalam sidak yang dipimpin Ketua Komisi III Miswan Thahadi didampingi Suhardi, H Syamsudin Cukur, MSaleh dan Hj Yuliani, tak hanya mendapati kondisi bangunan Puskesmas yang tidak memadai, keterbatasan tenaga dokter, tapi juga menemukan adanya Puskesmas yang sudah tutup saat jarum jam masih menunjukkan pukul 13.27 Wita.

“Baru jam segini puskesmasnya sudah tutup, terus kapan bisa melayani masyarakat,” ungkap Syamsuddin Cukur dengan nada kecewa.

Puskesmas yang tutup lebih awal itu adalah Puskesmas Desa Suliliran Baru atau SP 1. Menurut salah seorang warga yang kebetulan menjalani rawat inap di puskesmas itu, para pegawai puskesmas sudah pulang. Sedang kepala puskesmas sedang tidak ditempat karena mengikuti rapat di Tanah Grogot.

Sedang di Puskesmas Suatang Baru atau SP 2, para wakil rakyat menerima keluhan sejumlah staf puskesmas akan kondisi pelayanan yang kurang maksimal akibat terbatasnya tenaga, seperti analis laboratorium, sopir ambulandan pegawai loket serta tenaga medis atau dokter yang lowong sejak awal Januari 2011 lalu karena melanjutkan sekolah jadi dokter spesialis.

Terhadap keluhan tersebut, Miswan Thahadi menegaskan, bahwa kekosongan dokter pada puskesmas tersebut tidak boleh terjadi. Karena hal itu sifatnya menyangkut pelayanan kepada masyarakat, sehingga harus segera dan secepatnya ditempatkan dokter pengganti.. “Selain itu, dokter yang ada juga harus rutin melakukan kunjungan ke desa-desa dalam kegiatan puskesmas keliling, sehingga kalau tenaga dokter tidak ada, jelas jadi persoalan yang harus segera disikapi,” harapnya.

Menyangkut, stok obat-obatan di puskesmas tersebut, diakui staf yang ada masih tersedia dan pasokan cukup lancar. Hanya saja, katanya, fasilitas yang ada kurang memenuhi persyaratan, diantaranya kondisi gudang tempat penyimpanan obat dimana atapnya bocor sehingga terkadang membasahi barang yang disimpan.

Atas kondisi tersebut, Syamsudin Cukur menegaskan perlunya segera dilakukan pendataan mengenai obat-obatan yang sering digunakan. Begitu juga jenis obat yang sudah kedaluwarsa diingat agar jangan diberikan kepada warga atau pasien.



SUMBER : POST METRO BALIKPAPAN

Admin
Admin

Jumlah posting : 293
Registration date : 21.10.07

Lihat profil user http://brtv.forumotion.com

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik